Nama : Muchamad Fazrul Falaq R
NPM : 21601032009
KLS : Agribisnis 1A
PEMBUAHAN
TUNGGAL DAN GANDA PADA TUMBUHAN
Penyerbukan akan
menghasilkan individu baru apabila diikuti oleh pembuahan, yaitu peleburan
antara sel kelamin jantan dengan sel kelamin betina. Pada tumbuhan berbiji
dikenal ada dua macam pembuahan, yaitu pembuahan tunggal pada Gymnospermae, dan
pembuahan ganda pada Angiospermae.
a. Pembuahan Tunggal
Terjadi pada tumbuhan
Gymnospermae atau tumbuhan berbiji terbuka. Serbuk sari akan sampai pada tetes penyerbukan, kemudian
dengan mengeringnya tetes penyerbukan, serbuk sari yang telah jatuh di dalamnya
akan diserap masuk ke ruang serbuk sari melalui mikrofil. Serbuk sari ini
sesungguhnya terdiri atas dua sel, yaitu sel generatif atau yang kecil dan sel
vegetatif yang besar, hampir menyelubungi sel generatif. Serbuk sari ini
kemudian tumbuh membentuk buluh serbuk sari, yang kemudian bergerak ke ruang
arkegonium.
Karena pembentukan buluh
serbuk sari maka sel-sel yang terdapat di antara ruang serbuk sari dan ruang
arkegonium terdesak ke samping akan terlarut. Sementara itu di dalam buluh ini
sel generatif membelah menjadi dua dan menghasilkan sel dinding atau sel
dislokator, dan sel spermatogen atau calon spermatozoid. Sel spermatogen
kemudian membelah menjadi dua sel permatozoid.
Setelah sampai di ruang
arkegonium, sel vegetatif lenyap, dan kedua sel spermatozoid lepas ke dalam
ruang arkegonium yang berisi cairan, sehingga spermatozoid dapat berenang di
dalamnya. Pada ruang arkegonium terdapat sejumlah sel telur yang besar. Tiap
sel telur bersatu dengan satu spermatozoid, sehingga pembuahan pada Gymnospermae selalu mengasilkan zigot yang kemudian
tumbuh dan berkembang menjadi embrio. Pembuahan tunggal seperti ini misalnya terjadi
pada pohon Pinus.
b. Pembuahan Ganda
1. Perkembangan serbuk sari
Serbuk sari yang jatuh di
kepala putih terdiri atas satu sel dengan dua dinding pembungkus, yaitu: eksin
(selaput luar) dan intin (selaput dalam). Eksin pecah, kemudian intin tumbuh
memanjang membuat buluh serbuk sari. Buluh serbuk sari ini akan tumbuh menuju
ke ruang bakal biji. Bersamaan dengan ini inti sel serbuk sari membelah menjadi
2, yang besar didepan adalah inti vegetatif sebagai penunjuk jalan, dan yang
kecil di belakang adalah inti generatif. Inti generatif membelah lagi menjadi
dua inti generatif atau spermatozoid, yaitu inti generatif 1 dan inti generatif
2.
2. Pembentukan sel telur
Bersamaan dengan
perkembangan serbuk sari dalam buluh serbuk sari, di dalam ruang bakal biji sel
induk megaspora (megasporosit/makrosporosit) membelah secara meiosis menjadi 4 sel. Tiga di antaranya
mati dan yang satu tumbuh menjadi sel megaspora/makrospora (inti kandung
lembaga primer). Inti sel megaspora ini selanjutnya membelah mitosis 3 kali,
sehingga terbentuklah 8 inti.
Ke-8 inti tersebut kemudian
masing-masing akan terbungkus membran sehingga menjadi sel yang terpisah.
Karena itu sel-sel di dalam bakal biji sering disebut multigamet. Langkah berikutnya, 8 sel tersebut
membentuk formasi di dalam bakal biji. Tiga sel menempatkan diri di bagian atas
bakal biji disebut antipoda. Yang di bagian bawah dekat mikrofil, 3 sel
menempatkan diri berdekatan. Yang tengah adalah ovum, sedang mengapitnya
sebelah kanan dan kiri adalah sinergid.
Dua sel yang tersisa
bergerak ke tengah bakal biji dan bersatu melebur membentuk inti kandung
lembaga sekunder sehingga menjadi sel yang diploid (2n). Jika terjadi pembuahan inti generatif 1
membuahi ovum membentuk zigot, sedang inti generatif 2 membuahi inti kandung
lembaga sekunder menghasilkan endosperm (3n) sebagai cadangan makanan untuk
zigot. Inilah yang dinamakan pembuahan ganda.
Sementara itu inti
vegetatif akan mati setelah sampai di bakal biji.
·
inti
generatif 1 (n) + ovum (n) —–> zigot (2n)
·
inti
generatif 2 (n) + inti kandung lembaga sekunder (2n) —–> endosperm (3n)
Masuknya inti generatif ke dalam ruang bakal
biji ada beberapa cara, yaitu:
·
Porogami
: bila dalam pembuahan masuknya spermatozoid melalui mikrofil.
·
Aporogami
: bila masuknya spermatozoid tidak melalui mikrofil. Bila masuknya spermatozoid
melalui kalaza, maka disebut kalazogami.
Embrio pada tumbuhan berbiji dapat terjadi
karena:p
a) Amfiksis (amfmiksis),
yaitu terjadinya embrio melalui peleburan antara ovum dan sel spermatozoid.
b) Apomiksis,embrio
terjadi bukan dari peleburan sel telur dengan sel spermatozoid.
Apomiksis dapat terjadi karena:
·
Partenogenesis,
yaitu pembentukan embrio dari sel telur tanpa adanya pembuahan.
·
Apogami,
yaitu embrio yang terjadi dari bagian lain dari kandung lembaga tanpa adanya
pembuahan, misalnya dari sinergid atau antipoda.
·
Embrioni
adventif, yaitu embrio yang terjadi dari selain kandung lembaga.
Misalnya, dari sel nuselus.
Terjadinya amfimiksis dan
apomiksis secara bersama-sama menyebabkan terdapatnya lebih dari satu embrio
dalam satu biji. Peristiwa ini disebut poliembrioni. Poliembrioni sering
dijumpai pada jeruk, mangga, nangka, dan sebagainya


Tidak ada komentar:
Posting Komentar